A fine WordPress.com site

Maafkan Aku

Maafkan aku, Tuhanku
Mata yang seharusnya melihat,
Masih dapat terpejam sesaat
Tangan yang seharusnya menggenggam,
Sedetik melemah tanpa berdaya
Kaki yang seharusnya dapat berpijak,
Mulai merapuh untuk bertahan
Tubuh yang seharusnya terbangun,
Membujur kaku bagaikan batu

Maafkan aku, Tuhanku
Segalanya mungkin telah terjadi

Maafkan Aku,Tuhanku
Apalah arti waktu
Makin berlalu, dapat ku tangisi?
Kepergiaanya hanya membuatku
Melupakan hadirMu yang sesungguhnya
Dan menyesali hidup untuk selamanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: